Langsung ke konten utama

Jenis-Jenis Oli Mobil yang Perlu Diketahui


Oli pada mobil bukan hanya berperan dalam merawat mesin, tapi juga komponen penting lainnya. Oli sangat berperan penting sebagai pelumas untuk menjaga kinerja mesin agar tetap prima. Mesin akan cepat panas dan gampang rusak jika tidak ada oli. Supaya tidak salah cara ganti oli mobil, Anda perlu mengetahui jenis-jenis oli mobil yang ada tergantung dengan kegunaannya. Karakteristik dan bahan dasar oli berbeda-beda dan tidak sama dengan oli motor. Ulasan di bawah ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis oli mobil.
  1. Oli Transmisi. Oli ini berperan untuk melancarkan pergantian gigi dan komponen di dalamnya. Baik untuk mobil matic maupun manual. Khusus untuk mobil-mobil Eropa merek tertentu biasanya memakai oli transmisi “lifetime” yang artinya tidak perlu diganti. Tetapi jika berada di daerah tropis, tetap harus diganti apabila sudah mencapai 50.000 – 100.000 km. Sedangkan untuk mobil manual lain, disarankan untuk mengganti oli apabila sudah mencapai jarak tempuh 30.000 – 40.000 km dan mobil matic saat jarak tempuh mencapai 30.000 km.

  2. Oli Rem. Oli rem berfungsi untuk melancarkan kinerja rem dengan cara melumasi cakram dan kampas serta penyalur tenaga dalam sistem hidrolik. Apabila rem sudah berubah warna, sebaiknya segera ganti dengan yang baru untuk mencegah kotoran masuk ke tangki oli. Setidaknya lakukan pergantian setiap 30.000 km atau dua hingga tiga tahun sekali. Beberapa jenis minyak rem di antaranya DOT 2, DOT 3, atau DOT 4. Semakin tinggi angkanya, semakin bagus kualitasnya.

  3. Oli Power Steering. Oli jenis ini berperan untuk keamanan dan kenyamanan setir mobil. Tanda oli masih bagus yaitu berwarna oranye. Apabila sudah berwarna kecoklatan atau hitam dan setir sudah mulai terasa berat, sudah waktunya oli power steering diganti. Umumnya, mobil-mobil keluaran terbaru sudah memakai oli jenis ini. Oleh sebab itu, kemudinya terasa lebih ringan dibandingkan dengan mobil keluaran lama.

  4. Oli Gardan. Fungsi utama oli gardan yaitu pelumas kontak gigi gardan. Seperti oli transmisi, oli gardan diganti setiap 40.000 km. Tanda oli gardan harus diganti adalah terdengar dengung atau bunyi-bunyi asing serta adanya getaran saat membelokkan mobil. Tingkat kekentalan juga berpengaruh pada kinerja oli. Jika sudah berubah menjadi lebih encer, sebaiknya segera diganti dengan yang baru bersamaan dengan oli transmisi.

  5. Oli Mesin. Oli jenis ini adalah yang paling umum diketahui. Fungsinya yaitu menghindari gesekan antar komponen. Bahan dasar oli mesin berbeda-beda sesuai dengan karakteristik dan fungsinya, di antaranya oli sintetik, oli mineral, dan oli semi sintetik.

Kelima oli tersebut perlu diketahui oleh para pemilik mobil supaya tidak salah saat mengganti oli. Semoga artikel ini dapat membantu Anda, ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layar ASUS Vivobook Pro 14 OLED Dapat Tampilkan Warna dengan Sangat Akurat

Tips Memilih Stir Mobil Berkualitas dan Nyaman