Aturan Puasa Sebelum Melakukan Medical Check Up


Sebelum menjalani pemeriksaan medical check up lengkap, Anda biasanya akan diminta dokter mempersiapkan beberapa hal untuk mendapatkan hasil tes akurat. Salah satu di antaranya adalah dengan puasa selama beberapa jam sebelum mengunjungi rumah sakit sesuai ketentuan yang diberikan dokter bersangkutan.

Pentingnya puasa sebelum medical check up

Puasa sebelum medical check up tentu berbeda dengan yang Anda jalani untuk tujuan ibadah. Dengan tak makan dan minum sebelum pemeriksaan, organ-organ tubuh Anda akan bersih dari kandungan gizi yang dapat mempengaruhi hasil tes. Seperti gula, misalnya, yang mudah menyerap dalam aliran darah dan dapat berdampak pada tingkat glukosa darah, zat besi, maupun lemak tubuh.

Untuk itu dokter meminta pasien puasa sebelum menghadapi medical check up agar tak ada kandungan tertentu yang mengacaukan hasilnya. Karena kalau sampai hasil tes berubah akibat tingginya gula atau tekanan darah, dokter bisa melakukan kesalahan dalam diagnosis dan memberi penanganan medis yang kurang sesuai.

Aturan puasa sebelum medical check up pun disesuaikan jenis tes kesehatan yang Anda daftarkan. Durasinya berkisar dari 10 hingga 12 jam sebelum jadwal pemeriksaan. Namun khusus untuk kadar glukosa darah, dokter biasanya menganjurkan puasa minimal 8 jam.

Tes-tes kesehatan yang mengharuskan pasien berpuasa

Apa saja tes kesehatan yang memutlakan puasa sebagai salah satu persiapannya?
  • Gastroskopi. Tes ini ditujukan untuk mengecek kondisi lambung. Pasien biasanya diminta tak makan atau minum 6-8 jam sebelum pemeriksaan dilakukan supaya dokter lebih mudah mengecek kondisi lambung dan mendeteksi kemungkinan penyakit;
  • Kolonoskopi. Masih berhubungan dengan sistem pencernaan, kolonoskopi adalah tes kesehatan untuk memeriksa kondisi usus. Pasien hanya diizinkan mengonsumsi makanan berserat dan air putih selama 2-3 hari sebelum pemeriksaan. Lalu, sebelum medical check up, Anda wajib berpuasa dan mengonsumsi obat pencahar;
  • Tes darah. Untuk melaksanakan tes darah, pasien diminta berpuasa selama 8-16 jam. Setelah itu, dokter akan mengambil sampel darah untuk diperiksa;
  • Anestesi. Anda yang akan menghadapi pemeriksaan dengan pembiusan umum atau total biasanya harus berpuasa untuk mencegah reaksi yang tak diharapkan.

Jenis makanan untuk mengembalikan energi setelah puasa

Karena tubuh tak menerima asupan makan dalam hitungan jam, Anda pasti akan merasa lemas begitu pemeriksaan selesai. Dokter tentu sudah mengantisipasi kemungkinan ini, sehingga akan menyarankan Anda menyantap makanan yang kaya akan kandungan karbohidrat. Jadi tubuh dapat menerima sumber energi secara cepat. Prioritaskan sumber karbohidrat kompleks seperti ubi dan pisang yang bukan hanya sehat, tetapi membuat Anda kenyang lebih lama.

Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter mengenai pemeriksaan lengkap yang diambil untuk mencegah risiko atau kemungkinan buruk dari tes tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar